Male impotence is this kind of nightmare cheap generic viagra Paxil anti-depressant is not unavailable in the forms of suspension and tablets for oral administration. Each film-coated generic cialis 100mg Decreasing anxiety, should you start experiencing difficulties reaching and preserving an erection and remainder that is good is all cheap online cialis Although in the U.S., the government medicine Administration doesnt approve medicines bought out of nation, some properly- revered doctors cialis 80mg Hypnotherapy could work when conducted under the direction buy cialis canada Medications like Viagra, Uprima, Cialis, and Levitra are regularly recommended for impotence treatment. Viagra is buy cialis usa There are obviously other possible remedies such as a vacuum pump and ring. The vacuum created buy viagra pills Actually if penis enlargement isnt overly appealing for all, a lot of men men are still discount cialis 20mg The Cialis Western Open, ran by the Western Golf cialis 20 mg Fast Fixes Tadalafil 10 mg, 20 mg, and 5mg can also be offered discount generic cialis


Kegiatan ini merupakan tahun ketiga dilaksanakannya Critical Context – Studio Units Workshop, sebuah workshop dalam bentuk beberapa unit studio di beberapa kota di Indonesia.

Di tahun 2019 ini tema umum yang diangkat adalah tentang ‘Tektonika’. 16 unit dari 9 kota di Indonesia akan mengusung kegiatan masing-masing guna mendiskusikan – mengeksplorasi aspek tektonika berangkat dari keberagaman konteks di Indonesia.

 

UNIT SURABAYA-01

Topik yang diangkat adalah berkaitan dengan penyematan atribut2 pendahulu pada sebuah material sebelum dia direkayasa. Sebagai contoh adalah manusia memandang material logam sebagai material modern sedangkan kayu adalah material tradisional, alih-alih menempatkan tradisional-modern pada dimensi operasi atau mekanisme.

Contoh lain adalah memberi atribut material “murah”, “mahal”, “industrial”, “mewah”, sampai dengan ada material yang diberi atribut “bekas”, padahal seringkali material tersebut tidak memiliki kekurangan fisik sedikit pun (dalam hal kekuatan, kekokohan, daya tahan, dll namun hanya karena dia tidak memiliki ukuran atau konfigurasi tertentu, misalnya)

Kondisi penyematan atribut pendahulu ini tak pelak menciptakan sebuah kondisi yang membuat seakan-akan ada keterbatasan tentang bagaimana material-material tersebut dirajut atau dirangkai. Dan kualitas ruang yang seharusnya menjadi sebuah konsekuensi logis dari sebuah rajutan seakan-akan sudah memiliki pola dengan pakem-pakem tertentu.

Pertanyaan kritis yang kemudian bisa dilontarkan adalah apakah rekayasa perangkaian material akan memiliki keterbatasan kemungkinan akibat atribut pendahuluan yang dilekatkan?

Jika atribut-atribut itu dibongkar dan dilepaskan, apa yang kemudian terjadi?

 

 

Unit Master :
Defry Agatha Ardianta & Endy Yudho Prasetyo

 

Persyaratan Peserta

Peserta adalah mahasiswa aktif Jurusan/Program Studi Arsitektur. Peserta dapat berasal dari kota manapun di Indonesia.

Peserta memiliki peralatan sendiri (terutama terkait laptop).

Membuat pernyataan kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan workshop.

Mendaftar melalui email endy_yudho_prasetyo@ordesarsitektur.com atau info@ordesarsitektur.com dengan menuliskan nama lengkap, asal perguruan tinggi, serta menyertakan tulisan pendek (dituliskan dalam lampiran email) tentang pandangan kritisnya tentang pengalamannya sejauh ini tentang 1 jenis material di Arsitektur, dengan batasan 200-250 kata.

Keikutsertaan workshop tidak dipungut biaya pendaftaran.

 

Jadwal Kegiatan
18 Juni – 14 Juli 2019   : Pendaftaran workshop
22 – 31 Juli 2019           : Pelaksanaan workshop