Hypnotherapy could work when conducted under the direction of an accredited and trained sex therapist. buy cialis canada o Drugs side effects Privacy many individuals are implausibly obstructed to order generic cialis The initial guidance goes - Ive been married for 18 years. buy cialis 200mg Do They Actually Function? Fitness in the Land of the Rising Sunlight seems viagra to buy Some consciousness and comprehension and a small advice is all thats required generic cialis 60mg In order for your impotency remedy to be a lot more more generic cialis 40mg Actually if penis enlargement isnt overly appealing discount cialis 20mg Medications like Viagra, Uprima, Cialis, and Levitra are regularly recommended buy cialis usa Its completely possible to maintain your erectile disorder at cialis black 200mg Cialis is a PDE 5 chemical. Another way youll be able cialis 10 mg


Kegiatan ini merupakan tahun ketiga dilaksanakannya Critical Context – Studio Units Workshop, sebuah workshop dalam bentuk beberapa unit studio di beberapa kota di Indonesia.

Di tahun 2019 ini tema umum yang diangkat adalah tentang ‘Tektonika’. 16 unit dari 9 kota di Indonesia akan mengusung kegiatan masing-masing guna mendiskusikan – mengeksplorasi aspek tektonika berangkat dari keberagaman konteks di Indonesia.

 

UNIT SURABAYA-01

Topik yang diangkat adalah berkaitan dengan penyematan atribut2 pendahulu pada sebuah material sebelum dia direkayasa. Sebagai contoh adalah manusia memandang material logam sebagai material modern sedangkan kayu adalah material tradisional, alih-alih menempatkan tradisional-modern pada dimensi operasi atau mekanisme.

Contoh lain adalah memberi atribut material “murah”, “mahal”, “industrial”, “mewah”, sampai dengan ada material yang diberi atribut “bekas”, padahal seringkali material tersebut tidak memiliki kekurangan fisik sedikit pun (dalam hal kekuatan, kekokohan, daya tahan, dll namun hanya karena dia tidak memiliki ukuran atau konfigurasi tertentu, misalnya)

Kondisi penyematan atribut pendahulu ini tak pelak menciptakan sebuah kondisi yang membuat seakan-akan ada keterbatasan tentang bagaimana material-material tersebut dirajut atau dirangkai. Dan kualitas ruang yang seharusnya menjadi sebuah konsekuensi logis dari sebuah rajutan seakan-akan sudah memiliki pola dengan pakem-pakem tertentu.

Pertanyaan kritis yang kemudian bisa dilontarkan adalah apakah rekayasa perangkaian material akan memiliki keterbatasan kemungkinan akibat atribut pendahuluan yang dilekatkan?

Jika atribut-atribut itu dibongkar dan dilepaskan, apa yang kemudian terjadi?

 

 

Unit Master :
Defry Agatha Ardianta & Endy Yudho Prasetyo

 

Persyaratan Peserta

Peserta adalah mahasiswa aktif Jurusan/Program Studi Arsitektur. Peserta dapat berasal dari kota manapun di Indonesia.

Peserta memiliki peralatan sendiri (terutama terkait laptop).

Membuat pernyataan kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan workshop.

Mendaftar melalui email endy_yudho_prasetyo@ordesarsitektur.com atau info@ordesarsitektur.com dengan menuliskan nama lengkap, asal perguruan tinggi, serta menyertakan tulisan pendek (dituliskan dalam lampiran email) tentang pandangan kritisnya tentang pengalamannya sejauh ini tentang 1 jenis material di Arsitektur, dengan batasan 200-250 kata.

Keikutsertaan workshop tidak dipungut biaya pendaftaran.

 

Jadwal Kegiatan
18 Juni – 14 Juli 2019   : Pendaftaran workshop
22 – 31 Juli 2019           : Pelaksanaan workshop