Location / Malang, Indonesia

Client / Meldonna Nurlatifa

Status / Commission 2013

Principal / Defry Ardianta

Rumah seringkali diyakini sebagai sebuah arsitektur yang sangat personal. Personal dalam hal ini tidak hanya berkaitan dengan selera, tampilan, dan hal sejenisnya, namun juga dalam hal permasalahan yang dimiliki setiap keluarga.

Hidup di lingkungan kota yang semakin padat memunculkan konsekuensi antara kebutuhan dan kondisi yang dihadapi. Hal serupa dialami klien kami, yang memiliki keluarga kecil yang membutuhkan kenyamanan sekaligus pemenuhan fasilitas untuk menunjang kehidupan mereka. Lahan yang hanya memiliki lebar tanah 4 m dan panjang sekitar 15 m dengan kondisi tanah berkontur ke arah belakang tentu saja bukan merupakan kondisi ideal untuk direkayasa dengan fasilitas yang terdiri dari banyak ruang.

Desain yang diusulkan berusaha mencari kemungkinan terbaik dari kondisi yang kurang menguntungkan dan dicoba untuk menjadi sebuah potensi. Kondisi batas lahan yang iregular justru dimanfaatkan sebagai titik-titik masuknya udara ke dalam rumah. Pemahaman yang diberikan pada pemilik rumah bahwa ruang yang dialami adalah sebuah ‘volume’ dan bukan sebatas ‘luasan’ berhasil mewujudkan beberapa fasilitas sekaligus pada lahan sempit tersebut. Keluarga dapat hidup dengan memiliki ruang kerja untuk usaha kecil, ditambah dengan kamar kos di lantai atas, yang juga dilengkapi dengan area parkir motor di lantai semi basement.

Wajah rumah tidak menjadi prioritas dari klien untuk ditempatkan sebagai media berhias, dengan pertimbangan alokasi biaya perawatan yang mungkin muncul, sehingga material tanpa finishing cat merupakan pilihan yang diambil. Arsitektur kadang bukan hanya berbicara tentang bagaimana sesuatu tertampil untuk dilihat, namun juga merupakan jawaban atas sebuah pertanyaan.